• Uncategorized

    Profil Bantenologi

    PENDAHULUAN Kebesaran Banten sebagai daerah yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan internasional dan kesultanan Islam paling kuat pada masanya tercatat dalam berbagai literatur sejarah. Masyarakatnya yang disebut-sebut dalam catatan Snouck Hurgronje sebagai masyarakat muslim yanglebih sadar diri dan lebih taat dalam menjalankan ajaran agama dibandingkan dengan daerah lainnya di pulau Jawa, menjadikan citra Banten sebagai daerah yang relijius cukup lekat. Bahkan, masih dalam catatan Snouck Hurgronje, pada akhir abad ke-19, orang-orang Banten merupakan orang-orang yang sangat menonjol di antara orang-orang Asia Tenggara yang menetap di Makkah, baik sebagai guru maupun murid. Citra positif yang melekat pada masyarakat Banten ini tentu tidak lepas dari peran para penguasa (Sultan) Banten saat itu yang…

  • Uncategorized

    Lagu ‘Banten, Negri Leloehoerkoe’ karya R. S. P. Winangoen (1929): Teks dan Konteks

    Oleh: Mufti Ali, Ph.D. Sementara masyarakat Banten tercekam dengan kontrol dan pengawasan Pemerintah Kolonial yang demikian ketat akibat Peristiwa Pemberontakan Banten 1926, warga Banten di perantauan terus menyuarakan ide-ide kemajuan yang kritis baik dengan kondisi Banten yang memprihatinkan secara ekonomi, sosial dan pendidikan, maupun dengan kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial. Mereka mendirikan Perhimpunan Boedi Banten dan Perkumpulan Tirtajasa antara tahun 1928-1930. Meskipun kedua perkumpulan tersebut dibentuk oleh orang Banten di tempat yang berbeda, namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu berpartisipasi memajukan ekonomi dan pendidikan orang Banten.

  • Uncategorized

    Khasanah Kebudayaan Banten

    Pendahuluan Pada kesempatan ini saya ditugasi untuk menelusuri dan menyampaikan hasilnya dengan baik, mengenai kebudayaan Banten dari dulu. Sepintas kelihatanannya memang mudah, tetapi sebetulnya sulit, karena penelusuran diharapkan sesuai dengan harapan. Meskipun demikian, boleh jadi, penelusuran dimaksud secara akademis berarti sekedar penggambaran (deskripsi) mengenai keadaan tertentu. Dalam bentuk pendeskripsian inilah saya mulai mencobanya. Untuk memperoleh sasaran deskripsi yang mengena, baik kiranya dalam melihat kebudayaan Banten dimulai dari sejarah terbentuknya Banten. Ini dimaksudkan untuk mempermudah mendefinisikan waktu, dulu dan kini. Dari kapan dimulainya Dulu, tentu berkenaan dengan sejarah. Dalam tinjauan sejarah mungkin ada perbedaan pendapat mengenai kapan Banten itu dimulai. Tetapi ada satu hal, melihat kebudayaan Banten boleh jadi dari dimulainya…